Pelatihan Dasar untuk Relawan Baru KISARA PKBI BALI

Denpasar – “KISARA semakin semarak” adalah kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan KISARA di akhir bulan September tahun ini. Meskipun bukan pergantian tahun ataupun sedang merayakan ulang tahun, namun KISARA semakin semarak dengan hadirnya keluarga baru sebagai relawan. Dengan melakukan kegiatan pelatihan dasar relawan KISARA pada hari  Sabtu (29/9) dan Minggu (30/9) kemarin, KISARA telah menambah relawan dan merangkul remaja-remaja yang peduli akan kehidupan remaja untuk lebih peduli serta bersama-sama membangun remaja bertanggung jawab. Pelatihan yang mengambil tema “Pelatihan Dasar Triad Kesehatan Reproduksi Remaja bagi Relawan KISARA PKBI Bali” juga meningkatkan sumber daya KISARA.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini, diikuti oleh 13 remaja yang terdiri dari remaja SMA dan Mahasiswa. Antusiasme peserta pelatihan untuk dapat menjadi relawan ini dapat terlihat dari semangat peserta untuk tetap datang mengikuti pelatihan. Selain itu, walaupun pelatihan dilakukan dari pagi hari hingga sore hari, peserta tetap bersemangat untuk menerima materi yang diberikan oleh para fasilitator.

Secara umum, kegiatan tahunan ini bertujuan untuk menambah jumlah relawan dan menambah sumber daya, memberikan gambaran mengenai KISARA dan PKBI Bali serta memberikan pengetahuan dasar terkait kesehatan reproduksi, Napza, HIV dan AIDS untuk remaja yang nantinya akan melanjutkan keorganisasian KISARA.

Pada hari pertama pelatihan kegiatan dimulai pada pukul 14.00 WITA dengan registrasi dan berakhir pada pukul 18.00 WITA. Materi yang diberikan pada hari pertama bukanlah materi yang berat. Hari pertama dilakukan orientasi terkait KISARA. Hari kedua pelatihan dimulai pukul 09.00 WITA dan berakhir pukul 16.00 WITA. Materi yang diberikan adalah pengetahuan dasar triad KRR meliputi kesehatan reproduksi, NAPZA, dan HIV. Selain itu dilakukan juga orientasi terkait PKBI Bali dengan narasumber dr.Oka Negara. Disini metode yang digunakan untuk memberikan materi bukanlah metode konfensional. Metode yang digunakan merupakan metode yang meremaja seperti games, diskusi kelompok, curah pendapat (brainstorming), dan fasilitasi. Hal tersebut dapat mempertahankan antusiasme peserta selama hampir 7 jam pelatihan.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL). RTL dilakukan guna memfasilitasi relawan untuk memilih divisi sesuai minat yang diinginkan. Diharapkan dengan bertambahnya relawan KISARA, program-program yang telah dirancang dapat terlaksana dengan lebih baik dan lebih berkontribusi membangun remaja bertanggung jawab lebih banyak lagi.

Viva Youth, Viva KISARA

Pin It

Leave a Reply