Mempromosikan Kesehatan Seksual Dan Reproduksi Remaja “Beresiko” Di Bali

(PROGRAM PERPETUAL)

 

Hai sahabat KISARA, sekarang KISARA akan membagikan cerita tentang satu program dengan berbagai kegiatan yang dilakukan secara intens sejak November 2010 hingga Agustus 2011. Dari judulnya yaitu Mempromosikan Kesehatan Seksual dan Reproduksi RemajaBerisikoDi Bali pasti membuat temen – temen penasaran kan??… Nah dalam kegiatan ini KISARA sebagai suatu organisasi remaja di bawah naungan PKBI Bali dan concern terhadap pelayanan edukasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja bekerja sama dengan Burnet Institute Indonesia dengan menggunakan pendekatan sebaya dan multi leve untuk pendidikan dan peningkatan kepedulian remaja di area kesehatan dan hak seksual seksual dan reproduksi. Dalam pelaksanaannya, program ini focus pada penguatan program remaja yang telah ada dan model pendekatan teman sebaya terutama bagi remaja berisiko yang ada di Kota Denpasar, Bali.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan penyedia layanan kesehatan serta struktur – stuktur lembaga yang ada di masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi remaja agar dapat mengakses layanan dan menerapkan informasi terkait kesehatan reproduksi. Jadi tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan pemetaan atas situasi kesehatan seksual dan reproduksi remaja berisiko dan penjajakan kebutuhan, meningkatkan pemahaman remaja berisiko atas informasi dan akses ke layanan kesehatan di wilayah kerja puskesmas 1 Denpasar Selatan  dan puskesmas Denpasar Selatan 2, serta memperkuat layanan kesehatan yang lebih ramah dan sensitif terkait kesehatan seksual dan reproduksi. Program perpetual dilakukan secara intens oleh 5 orang staf KISARA yaitu 1 orang sebagai koordinator (Elfira Nacia) dan 4 orang sebagai staf lapangan (Field Staff) yaitu Cakra Wibawa, Alit Prabawati, Ari Dewiyanti (Ayik), dan Mahesa Putra (Esa). , serta staf KISARA lainnya Program ini juga mendapatkan dampingan/ technical assistant dari Burnet Institute Indonesia yaitu Ika Christi Susanti.

Okeh, nah detilnya akan diceritakan selanjutnya..Program Perpetual ini menjalankan berbagai aktivitas yang berlangsung selama kurang lebih 10 bulan yaitu :

  1. Kegiatan diawali dengan proses document review yang merupakan proses pengumpulan data terkait jumlah remaja serta komposisi jenis kelamin, pelayanan kesehatan, dan jumlah banjar di kelurahan dan desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas 1 Denpasar Selatan yaitu Kelurahan Panjer, Kelurahan Sesetan, Desa Sidakarya, serta Puskesmas 2 Denpasar Selatan yaitu Kelurahan Sanur, Kelurahan Renon, Desa Sanur Kauh, dan Desa Sanur Kaja.
  2. Kegiatan selanjutnya yaitu study/ assessment awal yang dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discussion/ Diskusi Kelompok Terarah yang dilakukan terhadap 2 kelompok remaja laki – laki dan 2 kelompok remaja perempuan. Setiap kelompok remaja terdiri dari 6 – 8 orang. Diskusi kelompok terarah ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan remaja tentang kesehatan seksual dan reproduksi serta mengumpulkan berbagai kebutuhan remaja baik pelayanan medis dan informasi kesehatan seksual dan reproduksi yang ramah remaja.
  3. Kegiatan ketiga yang dilakukan yaitu pertemuan konsultatif dengan semua pemangku kepentingan di wilayah program yaitu mengundang semua lurah dan kepala desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas 1 Denpasar Selatan dan Puskesmas 2 Denpasar Selatan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, perwakilan masing – masing puskesmas, perwakilan remaja perempuan dan laki – laki baik anggota maupun pengurus sekaa teruna yang berada di wilayah program, Staf Program Perpetual, perwakilan Burnet Institute di Indonesia, serta Direktur Pelaksana Harian Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bali dan jajarannya. Pertemuan konsultatif ini dilaksanakan untuk menjalin kerja sama dan komiten seluruh pemangku kebijakan agar mendukung dan turut berperan dalam program perpetual.
  4. Rekrutmen calon Pendidik sebaya dilakukan dengan menyebarkan brosur dan formulir pendaftaran pendidik sebaya. Rekrutmen calon pendidik sebaya juga dilakukan bekerja sama dengan ketua sekaa teruna di banjar dan ketua karang taruna yang ada di masing – masing desa dan kelurahan yang ada di wilayah program.
  5. Rekrutmen staf puskesmas yang dilatih dan menjadi focal point yaitu tenaga kesehatan yang akan dengan ramah menerima dan memberikan pelayanan kesehatan kepada remaja yang memerlukan yang datang ke puskesmas.
  6. Kegiatan berikutnya yang dilaksanakan yaitu Pelatihan Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja dan Pendidikan Sebaya untuk remaja. Pelatihan ini dilaksanakan dalam 2 gelombang. Masing – masing gelombang dilakukan selama 4 hari. Pada pelatihan gelombang kedua, remaja diberikan pelatihan bersamaan dengan tenaga puskesmas Hal ini dilakukan agar tenaga puskesmas dapat membagikan pengalamannya dan tenaga puskesmas dapat lebih berbaur dengan remaja.
  7. Setelah dilakukan Pelatihan Kesehatan Seksual dan Reproduksi pada bulan Februari, mulailah dilakukan pertemuan rutin organisasi remaja yaitu organisasi sekaa teruna yang ada di banjar maupun pertemuan organisasi dalam lingkup karang taruna yang ada di wilayah desa dan kelurahan yang ada. Setiap bulan sejak Maret hingga Agustus 2011 dilakukan 4 kali pertemuan rutin organisasi sehingga secara keseluruhan dilakukan 24 kali pertemuan rutin organisasi. Pertemuan ini memiliki agenda yaitu edukasi materi – materi kesehatan seksual dan reproduksi yang dibawakan oleh pendidik sebaya. Materi – materi edukasi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan remaja yang ada di setiap organisasi tersebut.
  8. Setelah dilakukan pelatihan terhadap staf puskesmas, kemudian dilakukan pertemuan di tingkat puskesmas yaitu puskesmas 1 Denpasar Selatan dan Puskesmas 2 Denpasar Selatan dalam rangka desensitisasi dan promosi pentingnya kesehatan seksual dan reproduksi untuk remaa dan kebutuhan remaja terkait layanan kesehatan.
  9. Kegiatan berikutnya yang dilakukan yaitu forum pembelajaran bagi pendidik sebaya dan staf puskesmas. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada bulan April dan bulan Agustus. Forum pembelajaran ini didesain agar remaja dan tenaga puskesmas saling berbagi tentang keberhasilan, hambatan, tantangan, dan proses pembelajaran/ lesson learn dalam mempromosikan kesehatan seksual dan reproduksi bagi remaja dan staf puskesmas sebagai focal point.
  10. Selama program berlangsung yaitu sejak Maret hingga Agustus 2011 juga dilakukan kunjungan penguatan untuk pendidik sebaya dan staf puskesmas oleh staf KISARA. Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan memberikan solusi untuk setiap keberhasilan, hambatan, dan tantangan yang ditemukan dalam proses promosi kesehatan seksual dan reproduksi remaja.

Nah sahabat KISARA, ternyata begitu banyak juga kegiatan yang dilakukan dalam rangka edukasi kesehatan seksual dan reproduksi remaja yang tidak hanya dilakukan kepada remaja yang masih bersekolah tetapi juga remaja – remaja yang ada di banjar. Dalam waktu program ini, pendidik sebaya juga dilibatkan dalam promosi kesehatan reproduksi kepada sekolah – sekolah pada saat Masa Orientasi Siswa (MOS). Salah satu pendidik sebaya dan 3 orang staf KISARA juga telah lolos dalam seleksi atas abstrak yang dikirimkan dalam rangka mengikuti Kongres internasional lingkup Asia dan Pasifik tentang kesehatan seksual dan reproduksi yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2011. Nah sahabat KISARA yang juga berminat bergabung, rumah KISARA beserta para relawan yang friendly banget siap menerima kedatangan sahabat KISARA…(Red: Alit)

Viva Youth Viva KISARA ^_^v

 

Pin It

Leave a Reply