Membangun Remaja Bersama Remaja di Hari Remaja Internasional 2012

Kurang lebih 1 bulan yang lalu, kami, KISARA PKBI Bali mendengar informasi dari Kampung Halaman tentang Jalan Remaja 1208 yang bertemakan “Made in Indonesia”. Waktu itu kami ingin sekali meramaikannya dengan menjadi Sahabat Produksi namun dikarenakan schedule produksi film sudah sangat dekat, sehingga kami memutuskan untuk menjadi Sahabat Pemutaran Bioskop Remaja yang pasti tak kalah serunya untuk menyemarakkan peringatan Hari Remaja Internasional.

Kami, KISARA dibawah naungan PKBI daerah Bali, bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memulai segala persiapan, mulai dari mempersiapkan tempat, konsumsi, pengisi acara hiburan, dan tak lupa kami menyebarluaskan informasi mengenai pemutaran.

Acara Bioskop remaja sendiri mengambil tempat di Ruang Teater Widya Sabha Usada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Dan akhirnya kami memdapatkan dukungan sponsor dari berbagai pihak, yaitu Cassanova 102 FM Bali, Phoenix Radio Bali, Radio Pemerintah Kota Denpasar, Balizard Design and Photography, Club,dan Pocari Sweat.

Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, Minggu, 12 Agustus 2012, pukul 10.00 WITA, dimulailah acara dengan diawali oleh perwakilan The Bali Children’s Project menyanyikan sebuah lagu, menandakan bahwa pemutaran film akan segera dimulai. Kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia, Ery Corniawati, dan dibuka secara resmi oleh Youth Representative (duta remaja) PKBI Bali, Anak Agung Ayu Ratna Wulandari. Dengan dibukanya acara secara resmi, maka bioskop remajapun dimulai.

Pertama, kami menayangkan 3 buah film dari jalan remaja, yaitu, “Ada Apa dengan Kitorang Pu Sekolah?”, dilanjutkan dengan “Islamku Apa?”, dan yang terakhir “Ale Rasa Beta Rasa”. Ketiga film tersebut mendapatkan apresiasi yang sangat bagus dari para penonton yang hadir saat itu yaitu sekitar 100 orang dari berbagai kalangan seperti siswa SMP, SMA, mahasiswa hingga dari teman-teman media dan pembuat film.

Lalu, acara dilanjutkan dengan selingan hiburan berupa penampilan lipsync. Kami menampilkan kelompok-kelompok lipsync yang merupakan para pemenang lomba LipSync yang kami adakan dalam serangkaian HUT KISARA PKBI Bali yang ke-18. Yang kami tampilkan adalah Juara 1, dari SMK Negeri 1 Denpasar dan juara 2, SMA (SLUA) Saraswati Denpasar. Setelah selingan, kami melanjutkan bioskop remaja dengan menayangkan film pendek hasil karya remaja yang kami ambil dari Lomba Film Pendek KISARA PKBI Bali dalam serangkaian HUT KISARA PKBI Bali yang ke-18, juara 2 berjudul “Bagaimana Cara Menjaga “Adekmu” dilanjutkan dengan penayangan 2 buah video dari jalan remaja, yaitu “dusunku Pancasila” dan “Kami Sayang Tanah Kami”. Lagi-lagi video-video tersebut mendapatkan apresiasi yang sangat bagus dari para peserta.

Setiap akhir sesi menonton film, pembawa acara melakukan diskusi dengan penonton dalam bentuk tanya jawab maupun sharing seputar hal-hal apa yaang paling menginspirasi dalam setiap film yang telah ditonton.

Ooppss… sudah pukul 12.00 WITA, saatnya makan siang. Saatnya mengisi perut sebelum melanjutkan kegiatan kami.Setelah makan siang dan beristirahat sejenak, kami mulai acara selanjutnya.

Acara selanjutnya ialah LipSync lagi yang dibawakan oleh Jaringan Pelangi Muda Dewata, dimana jaringan tersbut merupakan jaringan remaja GWL (Gay, Waria dan LSL lainnya) yang ada di Bali dan sudah menjadi mitra dan sahabat KISARA dalam menjalankan program untuk remaja komunitas GWL. Tiga remaja Jaringan Pelangi Muda Dewata berhasil merefresh mata penonton yang mulai terkantuk, dengan penampilan yang sangat memukau seperti layaknya artis profesional.

Alasan kami mengundang teman-teman remaja GWL dalam setiap event KISARA termasuk pada IYD ini adalah ingin menunjukkan kepada remaja lainnya bahwa ada komunitas remaja GWL dan mereka sangatlah berdaya dengan berani menunjukkan kemampuan mereka menghibur melalui tarian dan lipsync. Kemudian sesi terakhir adalah pemutaran juara 1 Film Pendek KISARA PKBI Bali, yaitu “Bunting” yang menjadi unggulan KISARA untuk sarana atau media edukasi namun tidak kaku dan bersifat entertaiment, tak hayal riuh tepuk tangan penonton menghiasi akhir sesi pemutaran film tersebut.

Acara dilanjutkan dengan sharing dan diskusi mengenai semua video yang diputarkan hari itu serta pesan dan kesan untuk remaja, yang dipandu oleh dr. I Made Oka Negara, dimana beliau sendiri merupakan pembina sekaligus Sahabat KISARA yang paling akrab dan ramah remaja tentunya. Di sesi ini diulas mengenai makna yang tersurat dan tersirat dari setiap film yang ditampilkan, dan dari sesi tersebut kami semua menyadari alangkah kreatif dan berbakatnya remaja Indonesia dalam membuat video yang menginspirasi kami untuk terus berkaya dan menjaring lebih banyak remaja lagi untuk terus berkaya untuk remaja lainnya.

Pasti kalian mengira ini sudah berakhir? Tunggu dulu, kami masih memiliki 1 sesi kegiatan lagi, yaitu ‘Aksi Turun ke Jalan’, yang dilakukan di 8 titik di seputaran Jalan P.B. Sudirman Denpasar. Disana, kami membagikan stiker yang bertuliskan tema kami, yaitu “Membangun Remaja Bersama Remaja”, dan pita hijau pada para pengguna jalan yang saat itu ada, yang menandakan kepedulian terhadap remaja dan hari remaja internasional.

Walaupun saat itu, panas matahari menyengat, namun tidak menyurutkan semangat 137 peserta tersebut dikarenakan aksi ini memang sudah ditunggu-tunggu oleh kalangan remaja untuk memberikan informasi, bahwa REMAJA-pun memiliki hari internasional.

Akhirnya, acara diakhiri dengan pembagian piagam, sebagai apresiasi para remaja mengikuti kegiatan tersebut. Tidak lupa juga, para remaja juga berjanji akan berpatisipasi kembali di Bioskop Remaja di tahun selanjutnya.

 

*) artikel ini juga dipublikasikan di website Yayasan Kampung Halaman (Jalan Remaja 1208) Yogyakarta
    http://www.kampunghalaman.org/new/jalanremaja/content.php?page=detailberita&id=25 

 

Pin It

Leave a Reply