Sudah Sehatkah Gaya Pacaranmu?

pacaran

Memiliki rasa simpatik, suka, sayang dan cinta pada lawan jenis tentu tidak hanya dirasakan bagi mereka yang sudah memiliki usia yang dewasa saja ya.Pada kenyataannya anak-anak juga ada yang merasakan hal demikian, yang kerap kali disebut dengan istilah ‘Cinta Monyet’. yaitu perasaan yang hanya sekedar saja, contohnya suka terhadap lawan jenis karena sering bermain bersama saat kecil, namun cinta monyet ini hanya dianggap sebagai perasaan yang belum pasti ya. Nah pada masa remajalah seseorang biasanya pertama mengenal perasaan suka yang sejati terhadap pria ataupun wanita yang menjadi target yang mereka sukai.

Disaat seseorang merasa jatuh cinta, tentu perasaan akan menjadi lebih bahagia dan bersemangat. Cinta pertama tentunya akan sangat memiliki efek yang beragam mulai dari merasa grogi saat bertemu ataupun berbicara hingga memilih kabur dengan wajah yang memerah saat bertemu si dia.. Hal ini sebetulnya wajar terjadi karena kamu merasa memiliki rasa suka dan kagum terhadap lawan jenismu. Nah, jika kamu merasakan hal yang serupa, maka hal demikian tentunya menjadi suatu hal yang wajar, bahwa perasaan suka dan sayang sudah melanda dirimu.

Memang tidak ada aturan yang mengatur mengenai usia untuk berpacaran, namun apabila dikaitkan dengan kewajiban pokok yang harus dilakukan pada masa remaja yaitu pendidikan, maka pacaran pada usia yang sangat muda cenderung dianggap sebagai suatu yang tidak baik. Remaja sebagai masa dimana seseorang mengalami fase emosi yang kurang stabil, dan mudah terpengaruh lingkungan, maka pacaran saat remaja berisiko terjadinya kekerasan dalam pacaran dan terganggunya focus belajar.

  1. Terjadinya kekerasan dalam berpacaran disebabkan oleh kurang matangnya emosi remaja. Berdasarkan temuan American Psychological Association terdapat 1 diantara 3 orang remaja mengalami kekerasan dalam berpacaran.
  2. Terganggunya fokus untuk bersekolah karena remaja cenderung lebih senang menikmati masa – masa berpacaran dengan pergi keluar untuk jalan – jalan, intens berkomunikasi, sehingga tugas – tugas sekolah menjadi terabaikan.

Tapi, apakah semua remaja seperti itu? Tentunya tidak. Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menjaga hubungan tetap sehat dan tidak memberikan dampak yang negative, walaupun kamu masih remaja.

  1. Hindari Saling Menyentuh Fisik yang Berlebihan

Hubungan asmara yang dijalin remaja tentunya memiliki perasaan yang bergejolak terhadap lawan jenisnya, sehingga hal demikian membuatnya buta akan segala hal. Tentu pada kondisi ini baiknya kamu dapat menjalin hubungan asmara secara sehat tanpa dengan saling bersentuh fisik yang berlebihan. Berpegangan tangan dengan si doi sudah menjadi hal yang biasa. Namun saling bersentuhan secara intim bahkan hingga berhubungan intim pada masa remaja tentu bukan menjadi suatu hal yang postif dalam suatu hubungan asmara pada masa remaja. Nah tipsnya adalah berpacaran dengan ukuran foto 3×4, hanya dimulai dari kepala hingga perut saja.

  1. Jujur pada Perasaan Kamu

Apabila dalam menjalani suatu hubungan pacaran, kamu merasa tidak nyaman dan terganggu akan kebiasaan pacarmu atau sikapnya, jujurlah pada si doi. Sikap diam yang selama ini tidak diutarakan pada pacar dengan asumsi untuk mencegah putus (biasanya dengan alasan karena masih sayang) bisa menjadi penyiksaan terhadap diri sendiri. Hanya dengan jujur mengutarakan perasaan pada pasangan kamu, maka dia akan menyadari apa yang salah dan segera memperbaikinya, jangan kebiasaan untuk berharap si doi bisa pecahkan kode kamu yaa.

  1. Mendapatkan Izin Orang Tua

Saat Kamu sudah menjalin hubungan dengan sang pacar, maka tidak ada salahnya memberitahukan orangtua. Tidak semua orang tua ‘menutup mata’ saat anaknya memiliki perasaan suka pada masa remaja. Sehingga saat orangtua Kamu sudah mengetahuinya dan ia pun memberikan restunya. Tentu hubungan asmara yang Kamu jalani dengan sang kekasih menjadi lebih menyenangkan.

4 . Be Your Self

Seperti lagunya Bruno Mars “just the way you are”, dalam berpacaran jadilah diri sendiri Jangan pernah untuk mengubah jati diri hanya karena permintaan atau tuntutan pacar kamu. Bukankah cinta itu seharusnya menerima kelebihan dan kekurangan pasangan? So, buat kamu yang masih merasakan seperti menjadi orang lain saat bersama pacar atau hingga saat ini tidak nyaman dengan diri kamu sendiri, sebaiknya mulai pertimbangkan untuk meneruskan atau mengakhiri hubungan dengan si doi yaa.

Nah itu beberapa tips yang bisa kalian terapkan untuk kalian remaja yang tengah merasakan bagaimana indahnya cinta ya. Nah sebagai remaja yang bijak, sebaiknya kamu selalu mawas diri terhadap pergaulan ya, sehingga kamu tidak perlu mengorbankan masa remaja mu yang menyenangkan.

by : Ni Luh Indri Astuti (relawan kisara)

Pin It

Leave a Reply