Sharing is Learning Together

SETARA, Guru hebat, Remaja sehat, SETARA luar biasa”

Begitulah teriakan Ibu-ibu guru pagi ini yang penuh semangat saat berkumpul di Ruang Pertemuan PKBI Bali untuk membahas mengenai proses belajar mengajar SETARA di sekolah. Pertemuan rutin ini dilaksanakan mengingat pihak sekolah telah mengimplementasikan SETARA selama lebih kurang tiga bulan sehingga perlu diadakan monitoring dan evaluasi. Selain itu, juga untuk wadah berbagi cerita antar guru mengenai proses belajar mengajar SETARA di kelas, baik terkait peluang, tantangan, dan keberhasilannya.

Seorang guru menceritakan bagaimana siswa-siswanya sangat senang mendapatkan pelajaran SETARA bahkan saat sang guru belum mengajar, siswa mencari guru tersebut ke ruang guru agar segera mengajar. Lain cerita saat guru tersebut mengajar mata pelajaran yang beliau ampu, tidak ada siswa yang seantusias itu hingga mencari ke ruang guru. Cerita unik lainnya, siswa-siswa tersebut bahkan protes saat sang guru mengakhiri sesi pembelajaran SETARA karena kata siswa-siswa tersebut SETARA sangat seru. Bahkan, ada seorang guru yang benar-benar berkomitmen dan memiliki minat yang sangat tinggi untuk mengajar SETARA karena selalu menyiapkan segala kebutuhan siswa H-1 sehingga saat pembejalaran, sesi bisa berlangsung cepat, namun tidak mengurangi konten. Beliau juga mengapresiasi siswa yang aktif dengan memberikan siswa-siswi tersebut cokelat, yang disebut oleh beliau sebagai logam emas.

Walaupun SETARA sangat menyenangkan bagi siswa-siswi, namun para guru juga saling berdiskusi mengenai hambatan paling berat yang mempengaruhi implementasi SETARA di sekolah, yaitu masalah waktu. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, guru-guru akan mengejar ketertinggalan dengan mengusahakan menambah jam baru. Guru-guru juga berharap PKBI Bali dan Rutgers turut mendukung dengan segera memberikan modul dan LKS SETARA untuk pedoman guru dan siswa.

Belajar bisa darimana saja dan kapan saja, bahkan belajar pun bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu  berbagi cerita.

 

Luh Putu Wulandari Artha

Relawan KISARA

Pin It

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.