Saling “Menularkan” semangat SETARA

foto setara 4

Hai sahabat KISARA, sudah pernah mendengar kata SETARA? Eits, tapi ini bukan kata SETARA dalam makna sebernarnya loh. SETARA merupakan akronim dari Semangat Dunia Remaja.  SETARA merupakan modul pendidikan seksualitas yang komprehensif dan khusus diberikan untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) kelas 7 dan 8. Nah, sekolah yang mengimplementasikan modul SETARA di Bali yaitu 3 sekolah di kota Denpasar. Sekolah tersebut merupakan sekolah dampingan KISARA yang termasuk dalam project Get Up Speak Out (GUSO). Sekolah tersebut terdiri dari SMP Saraswati Denpasar, SMPN 6 Denpasar, dan SMP Wisata Sanur.

Lalu, siapakah yang memberikan pendidikan seksualitas komprehensif tersebut?

SETARA diberikan oleh fasilitator yang telah dilatih selama 4 hari dan merupakan guru bidang studi tertentu di sekolah seperti guru IPA, guru BK, guru penjaskes, guru agama, dan bahkan guru IPS. Pendidikan seksualitas diberikan pada jam khusus maupun insersi bersama mata pelajaran guru yang menjadi fasilitator SETARA. Total guru dari 3 sekolah yang telah dilatih sebanyak 14 orang guru.

Selama 3 bulan berjalan, kini saatnya kita melihat bagaimana perkembangan pemberian pendidikan seksualitas pada siswa dengan metode pembelajaran yang fun, santai, terbuka, dan tentunya tetap dengan materi yang mudah dipahami. Pertemuan rutin fasilitator setara atau forum guru SETARA di kota Denpasar telah dilakukan pada 20 Oktober 2017 di ruang meeting PKBI Bali. Pertemuan bertujuan untuk saling berbagi pengalaman terkait dengan pemberian materi SETARA pada siswa di sekolah dan mengidentifiksi tantangan maupun hambatan yang dihadapi saat implementasi.

Bagaimana hasilnya?

Sebagian besar fasilitator SETARA sangat senang dalam memberikan materi di kelas karena siswa juga sangat antusias, semangat, dan terlihat lebih terbuka untuk mendiskusikan terkait dengan pertanyaan – pertanyaan yang jarang atau “tabu” untuk ditanya ke guru. Waktu 1 jam pelajaran atau setara dengan 40 menit lumayan terasa singkat karena banyaknya pertanyaan yang diajukan oleh siswa ke gurunya. Alhasil, beberapa guru mensiasatinya dengan menyediakan waktu curhat diluar sesi jam pelajaran. Tentunya hal tersebut sangat membantu siswa untuk mendapatkan jawaban yang tepat dan terhindar dari informasi yang salah dan cenderung negatif terkait dengan pertanyaan seksualitas.

“Anak – anak itu selalu senang menunggu sesi SETARA berikutnya. Penasaran menunggu materi apalagi ya yang akan dikasi oleh gurunya, permainan apalagi yang akan dimainkan ya. Nah begitu respon sebagian besar anak – anak.” (Bu Dayu Dewi – Guru IPS SMP Saraswati Denpasar)

“Kalau ada jam pelajaran kosong itu, ibu langsung dicari ke ruang BK oleh anak – anak diminta untuk mengisi jam kosongnya untuk materi SETARA. Wah, ibu tentu sangat senang sekali ya melihat antusias anak – anak begitu, pastinya semakin semangat mengajar. Materi yang ringan dan memang mengena di kehidupan siswa secara nyata serta dikemas dengan suasana kelas yang santai dengan permainan, jadi semakin membuat mereka nyaman.” (Bu Sri – Guru BK SMPN 6 Denpasar)

Yaps, itu dia beberapa cuplikan pernyataan dari guru fasilitator SETARA yang telah memberikan materinya pada siswa. Metode pembelajaran yang digunakan dalam memberikan materi SETARA di kelas berupa permainan, diskusi, interaktif, menggunakan alat bantu stiker – stiker, kertas berwarna, dan video – video membuat siswa terstimulus untuk lebih aktif, inovatif, dan nyaman untuk mengikuti sesi pelajaran. Pertanyaan – pertanyaan terkait seksualitas yang selama ini malu untuk ditanyakan oleh siswa pada orang dewasa dalam hal ini guru maupun orang tua, perlahan mulai ditanyakan dan diajak untuk berdiskusi lebih terbuka. Untuk itu, siswa akan lebih memahami perubahan yang terjadi dalam dirinya sendiri baik itu secara fisik, mental, dan social, serta tidak takut untuk  mencari layanan konseling baik itu pada guru maupun petugas layanan kesehatan remaja.

Wah, semakin penasaran ya sahabat kisara untuk cerita selanjutnya, Jangan samapai ketinggalan ya cerita menariknya dari hasil implementasi SETARA secara keseluruhan dan adanya karya yang dihasilkan oleh siswa terkait dengan materi SETARA.

Pin It

Leave a Reply