REMAJA SEHAT BEBAS KANKER PARU

kanker paru

Noni Shintyadita

Relawan Kisara PKBI Bali

 

Kamu punya kebiasaan merokok ? wah hati-hati guys. Salah satu akibat fatal dari kebiasaan merokok adalah dapat terkena kanker paru dan pria memiliki resiko kanker paru-paru 3 kali lebih tinggi dari wanita. . Berdasarkan data Globocan atau International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2012, di Indonesia terdapat 25.322 kasus kanker paru-paru yang menimpa pria dan 9.374 kasus yang menimpa wanita.

Apa sih Kanker Paru ?

Kanker paru-paru merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru. Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling bisa dicegah, karena penyebab utama kanker paru adalah kebiasaan merokok dari individu itu sendiri.

 Penyebabnya ?

Penyebab utama dari kanker paru-paru adalah merokok, baik pada perokok aktif maupun pada perokok pasif. Tapi orang yang tidak merokok maupun terkena pajanan asap rokok juga dapat menderita kanker paru-paru.

Tembakau bertanggung jawab atas lebih dari 80% penyebab kanker paru-paru di seluruh dunia. Bahan-bahan berbahaya dalam rokok merusak sel paru-paru. Lama kelamaan, sel yang rusak tersebut bisa menjadi kanker. Inilah sebabnya merokok, rokok pipa, atau cerutu dapat menyebabkan kanker paru-paru. Menjadi perokok pasif pun bisa menyebabkan kanker paru-paru bagi orang yang tidak merokok. Semakin banyak seseorang terpapar asap rokok, semakin besar resiko terkena kanker paru-paru.

Faktor resiko lain penyebab kanker paru-paru termasuk radon (gas radioaktif), asbestos, arsenik, kromium, nikel, dan polusi udara. Mereka dengan anggota keluarga yang pernah mengidap kanker paru-paru kemungkinan memiliki peningkatan resiko terkena kanker. Mereka yang terkena kanker paru-paru juga memiliki peningkatan resiko untuk terkena tumor paru yang kedua. Kebanyakan orang berusia lebih dari 65 tahun saat terdiagnosa kanker paru-paru.

Kanker Paru Ada Jenisnya ?

Yap sampai sekarang kanker  paru-paru terbagi atas 2 tipe utama yaitu :

Kanker Paru-paru Non-Sel Kecil (NSCLC) 

NSCLC merupakan tipe paling umum dari kanker paru-paru, dan tidak seagresif dibandingkan dengan SCLC. NSCLC cenderung tumbuh dan menyebar lebih lambat. Bila didiagnosa secara dini, pembedahan dan/atau radioterapi, kemoterapi, dapat memberikan harapan akan kesembuhan.

  • Tahap Okultisme : Sel Kanker paru-paru ditemukan pada dahak atau sampel air yang diperoleh dari bronkoskopi namun tumornya sendiri tidak dapat terlihat di dalam paru-paru.
  • Stadium 0 : Sel kanker ditemukan hanya di dalam lapisan paru-paru terdalam. Tumor belum berkembang menembus lapisan ini. Tumor tahap 0 disebut juga carcinoma in situ. Tumor yang ada bukan merupakan kanker invasif.
  • Stadium I: Sel kanker terbatas pada area paru-paru saja. Jaringan disekitar paru-paru tetap normal.
  • Stadium II : Kanker telah menyebar hingga kelenjar getah bening, dinding dada, diafragma, lapisan paru-paru, atau lapisan luar yang mengelilingi jantung.
  • Stadium III : Kanker telah menyebar hingga kelenjar getah bening pada area dada antara jantung dan paru-paru. Saluran darah pada area ini kemungkinan juga terinfeksi. Kemungkinan kanker juga sudah menyebar ke bagian leher bawah.
  • Stadium IV : Kanker telah menyebar hingga ke sisi paru-paru lainnya atau bagian tubuh yang lain dan tidak dapat diangkat melalui pembedahan.

Kanker Paru-paru sel kecil (SCLC) 

            SCLC merupakan kanker yang memiliki tingkat pertumbuhan pesat dan menyebar cepat ke pembuluh darah menuju anggota tubuh lainnya.

Dokter membagi kanker paru-paru sel kecil menjadi 2 tahap yaitu tahap terbatas dimana kanker ditemukan hanya pada satu sisi paru-paru dan jaringan terdekatnya. Kedua adalaah tahap ekstensif dimana kanker ditemukan pada jaringan dada diluar paru-paru dimana tempat awal persebaran. Atau kanker ditemukan di organ yang cukup jauh.

Seringkali, kanker ini dikategorikan sebagai penyakit kompleks saat terdiagnosa. Kanker ini biasanya diobati melalui kemoterapi dan bukan melalui prosedur pembedahan.

Gejala Kanker Paru

            Pada tahap awal, kanker paru-paru tidak menyebabkan gejala apa pun. Gejala hanya akan muncul ketika perkembangan kanker telah mencapai suatu tahap tertentu. Berikut ini adalah gejala-gejala utama yang akan dialami penderita kanker paru-paru.

  • Batuk yang berkelanjutan dan bertambah parah, hingga akhirnya mengalami batuk darah.
  • Mengalami sesak napas dan rasa nyeri di dada.
  • Mengalami kelelahan tanpa alasan.
  • Pembengkakan pada muka atau leher.
  • Sakit kepala.
  • Sakit pada tulang, bisa pada bahu, lengan atau tangan.
  • Berat tubuh menurun.
  • Suara menjadi serak.
  • Kesulitan menelan atau sakit saat menelan sesuatu.
  • Perubahan pada bentuk jari, yaitu ujung jari menjadi cembung.

 Pengobatan

Pengobatan kanker paru-paru sangat tergantung pada jenis kanker yang diderita. Tingkat penyebaran kanker dan kondisi kesehatan si penderita juga berpengaruh pada metode pengobatan dan penanganan yang dilakukan.

Operasi pengangkatan kanker bisa dilakukan jika sel kanker belum menyebar secara luas ke bagian tubuh yang lainnya. Jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi pengangkatan, cara penanganan yang lainnya bisa diterapkan. Kemoterapi dan proses penghancuran sel kanker dengan cara radioterapi bisa dijalankan.

 Tips dan Triks Mencegah Kanker Paru

Kanker paru-paru dikenal dengan kanker yang sulit untuk disembuhkan akan tetapi kanker paru-paru adalah jenis kanker yang dapat di cegah jika melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.

  1. Menghindari Rokok dan Asapnya

Cara mencegah kanker paru paru paling ampuh adalah dengan menghindari rokok serta asapnya yang cukup berbahaya bagi perokok pasif dan aktif. Beberapa penelitian meninjau bahwa menghisap tembakau jenis apapun adalah penyebab kanker paru-paru. Manfaat berhenti merokok :

  • Dalam sebulan berhenti merokok, tekanan darah akan kembali normal dan kerja paru-paru akan meningkat.
  • Setelah tiga bulan berhenti merokok, aliran darah ke organ tubuh lainnya akan lebih baik.
  • Dalam jangka waktu setahun, penyakit lainnya yang disebabkan oleh rokok akan berkurang.
  • Setelah sepuluh tahun berhenti merokok, makan resiko terhadap kanker paru-paru akan menurun dan akan terus menurun seiring waktu memanage gaya hidup yang sehat.
  1. Aktivitas sehari-hari

Beraktivitas merupakan suatu keharusan bagi setiap orang, namun aktivitas teratur dan menjaga berat badan agar tetap sehat akan mengurangi resiko kanker. Untuk meningkatkan kesadaran atas resiko kanker gaya hidup yang sehat sangat dianjurkan. Dengan mengkonsumsi makanan dan berolahraga dengan teratur akan terhindar dari penyakit

  1. Melakukan pemeriksaan kesehatan

Melakukan tes kesehatan secara rutin akan membantu melihat perkembangan paru-paru, karena sebagian besar kanker paru-paru didapati terdeteksi secara tidak sengaja. Umumnya para dokter akan melakukan ct scan (computerized tomography scanner) pada tubuh untuk melihat paru-paru. Bila dibandingkan dengan ronsen hasil ct scan lebih akurat dan terlihat jelas, karena ct scan memperlihatkan gambar paru-paru tiga dimensi yang bisa mendeteksi tumor sejak masih bersifat primer sehingga untuk melakukan pencegahan akan memungkinkan mengurangi resiko kanker paru-paru.

  1. Lingkungan yang berbahaya

Gas Radon

Gas radon adalah gas yang tak berbau dan tak berwarna namun gas ini mampu meresap kedalam pori-pori pada pondasi bangunan rumah maupun gedung. Gas ini berasal dari batuan pada tanah dan sulit untuk di deteksi dan tanpa sadar akan menghirupnya.

Gas Asbes

Sedangkan pada asbes adalah bahan industri yang biasa ditemukan dalam konstruksi untuk isolasi dan sebagai penghambat dari api. Ketika bahan asbes tersebut mengganggu dan serat kecil akan menjadi udara dan dapat terhirup, hal ini akan memberikan resiko yang lebih besar untuk mengembangkan kanker paru-paru jika dengan frekuensi secara berkala.

Pin It

Leave a Reply