Orang Tua Dalam Pendidikan Berkarakter di Abad 21

Sahabat KISARA, tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS). HARDIKNAS dijadikan sebagai hari untuk memaknai kembali arti pendidikan. Namun, Pendidikan seperti apa yang dibutuhkan remaja masa kini? Seperti yang kita ketahui, masa remaja ialah masa dimana emosi belum stabil. Contoh kasus yang melibatkan remaja seperti menurut Kementerian KOMINFO, di akhir tahun 2016 ada 800 ribu situs yang terindikasi menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Hoaks banyak disebar terutama melalui media sosial. Berdasarkan hasil survei We Are Social di tahun 2017, 18 persen pengguna media sosial berusia 13 sampai 17 tahun, yang merupakan usia pelajar. Nah, dengan demikian, Pendidikan karakter sangat dibutuhkan bagi remaja masa kini.

Pendidikan karakter bisa didapatkan dimana saja dan oleh siapa saja. Menurut Lickona (1992), pendidikan karakter harus melibatkan metode, teknik serta materi yang dapat membuat seseorang mempunyai argumen dan keinginan untuk berbudi pekerti baik yang diawali dari pengetahuan terhadap nilai kebaikan, jadi bakal semakin mengembangkan sikap mencintai serta akhirnya mau untuk melaksanakan perilaku yang baik tersebut. Untuk mengenal karakter seseorang kita bisa memantau serta menghayati karakteristik dari orang tersebut. Bagaimana perilaku serta tingkah lakunya sehari-hari dari situ kita bisa menilai orang tersebut baik atau kurang baik, dari pendidikan karakterlah kita bisa menilainya.

Sahabat KISARA, menurut banyak penelitian selain peran guru di sekolah peran orang tua juga sangat penting dalam pendidikan karakter. Salah satu penelitian yang dilakukan Krishna Y. Smith (2011) dalam penelitiannya yang berjudul The Impact of Parental Involvement on Student Achievement telah menunjukkan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan dapat meningkatkan pencapaian prestasi belajar peserta didik baik dalam kemampuan moral maupun intelektual. Yang paling mendasar dalam keterlibatan ini adalah saling memberikan keteladanan (model), menanamkan pembiasaan positif. Saling mengevaluasi dalam pengawasan serta memberikan apresiasi.

Dengan begitu remaja tidak hanya bergantung pada Pendidikan karakter di sekolah saja. Bentuk keterlibatan orang tua dan kerja samanya dengan pihak sekolah dapat terbangun jika seluruh pihak memainkan perannya. Tidak ada kata terlambat dalam  membangun kembali sinergi bersama orang tua dalam mengembangkan Pendidikan karakter remaja. Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Bulan

(Relawan KISARA)

Catatan Kaki:

Krishna Y. Smith. 2011. The Impact of Parental Involvement on Student Achiment. Skripsi. University of Southern California

Susilawati, Desi. 2017. Remaja Rentan Jadi Penyebar Berita Hoaks di https://www.republika.co.id/berita/trendtek/internet/17/09/22/owo23k335-remaja-rentan-jadi-penyebar-berita-hoaks (diakses pada 02 Mei 2019)

Redaksian. 2017. Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Pelajar di https://belapendidikan.com/pentingnya-pendidikan-karakter-bagi-pelajar/ (diakses pada 02 Mei 2019)

Pin It

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.