KESIAPAN REMAJA MENUJU ERA NEW NORMAL

Photo by Kate Trifo on Unsplash

Pemerintah tengah mempersiapkan Indonesia memasuki era new normal, namun siapkah remaja menghadapinya?

Kembali ke kehidupan normal setelah menjalani kebijakan pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah pasca pandemi Covid-19, membutuhkan kesiapan khususnya bagi para remaja. Pasalnya, telah terjadi perubahan kebiasaan yang signifikan akibat kondisi ini. Sehingga, diperlukan kesiapan baik itu secara fisik, mental, maupun sosial untuk dapat beradaptasi kembali dengan kebiasaan – kebiasaan kita sebelum pandemi. Selain itu, kebijakan untuk memasuki era new normal bukan berarti bebas untuk melakukan segala aktivitas tanpa ada batasan melainkan ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

New normal adalah fase di mana kebijakan pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah dilonggarkan dan publik diperbolehkan untuk kembali beraktivitas dengan sejumlah protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah, sebelum ditemukannya vaksin.
Kebijakan ini dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengembalikan produktivitas masyarakat agar kondisi perekonomian kembali membaik. New normal telah menjadi kondisi baru yang harus kita jalani, di mana kita kembali beraktivitas di luar rumah setelah menjalani kebijakan pemerintah untuk menjalani karantina mandiri. Sehingga hal terpenting yang harus kita lakukan saat ini adalah persiapan menuju era new normal. Persiapan menjadi hal yang penting agar kita terhindar dari resiko – resiko yang mungkin terjadi, baik itu resiko bagi diri kita sendiri maupun orang lain yang berada di lingkungan sekitar kita.

Jika kita berbicara tentang remaja, tentunya kita tertuju pada orang yang berumur 10 – 24 tahun, sebagaimana didefinisikan oleh IPPF dan PKBI. Sehingga, dalam hal ini sebagian besar remaja adalah pelajar atau mahasiswa yang akan mempersiapkan diri untuk kembali melanjutkan aktivitas utamanya yaitu sekolah atau kuliah. Institusi pendidikan memiliki peran yang penting dalam hal ini, khususnya para pengajar. Pengajar berperan untuk mempersiapkan model belajar baru dengan memperhatikan jumlah siswa, waktu belajar, dan pengaturan jarak siswa dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, memperbanyak fasilitas untuk mencuci tangan juga perlu dilakukan untuk mencegah antrean panjang. Adapun beberapa hal yang dapat dipersiapkan remaja dalam menghadapi era new normal ini, meliputi persiapan mental, fisik, dan sosial. Persiapan mental berkaitan dengan kesiapan diri secara psikologis agar dapat mencegah diri dari rasa stress karena beradaptasi dengan gaya hidup baru, hal ini dapat dilakukan dengan menyadari dan menerima realita bahwa perubahan sedang terjadi dan kita wajib merespon perubahan itu dengan beradaptasi atau menyesuaikan diri. Kemudian persiapan fisik berkaitan dengan kesiapan diri secara jasmani agar kondisi imunitas  tubuh tetap terjaga dan terlindungi dari paparan virus, hal ini dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan bergizi khususnya yang banyak mengandung vitamin C, olahraga dan istirahat yang cukup, dan melatih diri agar pola hidup sehat menjadi sebuah gaya hidup. Dan yang terakhir adalah persiapan sosial yang berkaitan dengan hubungan atau relasi kita dengan orang lain, agar dapat mencegah rantai penyebaran virus corona, hal ini dapat dilakukan dengan menjaga keamanan saat harus keluar rumah, jaga jarak dan memberi batasan diri, serta sadar akan keselamatan diri dan orang lain.

Tak sedikit remaja yang memanfaatkan kebijakan pemerintah untuk tetap di rumah sebagai kesempatan untuk bermalas – malasan atau tidak produktif, sehingga memerlukan upaya untuk membangkitkan semangat belajar kembali untuk menyambut era new normal ini, hal yang dapat dilakukan yaitu yang pertama pikirkan kesenangan dalam belajar, dengan memikirkan kesenangan pada suatu aktivitas dapat membuat kita menyukai aktivitas tersebut, sehingga dapat kembali bersemangat untuk melakukannya. Yang kedua adalah buat rencana pada hari pertama sekolah/kuliah, memiliki kegiatan yang tertata rapi akan membuat kita lebih bersemangat dalam belajar. Kemudian yang ketiga, datang lebih pagi, tinggalkan kebiasaan malas dan bangun siang serta paksakan diri untuk bangun dan datang lebih pagi, sehingga kita mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan pelajaran. Selanjutnya yang keempat, mulailah dengan tenang, dengan merasa tenang kita akan fokus pada materi pelajaran yang diberikan. Lalu yang terakhir adalah jangan terbawa teman yang malas, sikap dan perilaku kita sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, tetapi jangan biarkan orang lain mempengaruhi kita, tetapi kita harus mempengaruhi orang lain agar semangat belajar. Tetap semangat dan tetap ingat untuk menjaga kebersihan kamu ya, Viva youth, Viva Kisara!

Sintya Anggreni

Relawan Kisara

Pin It

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.