#Iniceritaku untuk Dance4life, mana ceritamu?

testimoni dance4life

Awal mendengar adanya program dance4life itu tidak terlalu memperhatikan dan merasa tidak penting untuk ikut program ini. Masa bodoh juga tentang kesehatan reproduksi remaja karena tidak terlalu urgent untuk diketahui. Awalnya juga tidak terlalu memahami mengenai isu kesehatan reproduksi dan seksual remaja sehingga tidak peduli untuk dipelajari. Namun, saat mengenal dance4life dan diperkenalkan mengenai isu kesehatan reproduksi remaja, jadi mulai sadar untuk memperhatikan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang sehat. Menyadari bahwa urusan kesehatan reproduksi bukan hanya urusan perempuan saja, namun laki – laki juga berperan penting dalam mencegah maupun menangani permasalahan kesehatan reproduksi dan seksual remaja.

Materi – materi dance4life memberikan pemahaman pada saya untuk berperilaku yang tidak berisiko. Misalnya saja tidak melakukan hubungan seksual pada usia muda apalagi berganti – ganti pasangan. Perilaku seksual berisiko tersebut memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, dapat menyebabkan infeksi menular seksual, bahkan hingga kehamilan yang tidak diinginkan dan berujung pada aborsi. Selain itu, saya juga mendapatkan materi mengenai kekerasan dalam pacaran sehingga dalam menjalani hubungan pacaran nantinya telah mengetahui perilaku apa saja yang tergolong tindak kekerasan dalam pacaran, seperti pengekangan, cemburu yang berlebihan, kekerasan fisik, kekerasan verbal, dan lainnya. Jadi, informasi – informasi terkait topik dance4life memberikan manfaat bagi saya untuk berperilaku sehat dan mengetahui perilaku yang seharusnya dihindari.

Selain itu, program dance4life tidak seperti kegiatan penyuluhan biasanya, dimana kakak fasilitator KISARA berperan layaknya teman sendiri, jadi kami lebih terbuka untuk berdiskusi. Sebagian besar kegiatan juga diisi dengan diskusi, pemutaran video, dan ada gerakan menari, menyanyi yang tidak membosankan dan tidak membuat ngantuk.

Oleh: Jabbar Naufal Ramdhetya

Pin It

Leave a Reply