[HASIL PENELITIAN KISARA] Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Tentang Kesehatan Reproduksi Dan Seksual Di Kabupaten Bangli

Hallo Sahabat Kisara, Kali ini Kisara sudah melakukan survei pada 545 remaja di Kabupaten Bangli lho. Sebanyak 320 remaja berusia ?15 tahun dan 225 remaja berusia >15 tahun. Usia termuda responden adalah 12 tahun dan yang paling besar berusia 18 tahun. Dilihat dari karakteristik jenis kelamin sebanyak 356 (65,32%) adalah perempuan dan sisanya laki-laki.

 

Pengetahuan 

Sebagian besar siswa memiliki pengetahuan yang baik tentang pubertas (76,88%), sebagian kecil memiliki pengetahuan baik mengenai proses reproduksi yang terdiri dari dorongan seksual dan kehamilan (2,57%), risiko reproduksi yaitu mengenai mitos proses aborsi sebagai upaya menyelesaikan masalah KTD (2,57%), dan tentang IMS serta HIV (15,05%).

Sikap

Sebanyak 43,85% siswa berpendapat bahwa perilaku berciuman, berpelukan, dan bersentuhan dapat dilakukan sebelum menikah. 16,33% siswa setuju bahwa petting dan oral seks boleh dilakukan sebelum menikah dan 12,11% responden berpendapat bahwa hubungan intim (vaginal seks) dapat dilakukan sebelum menikah.

Perilaku

Dari 545 remaja Bangli terdapat 379 (70,58%) siswa remaja yang pernah berpacaran. . Dari yang sudah berpacaran 1,58% sudah pernah melakukan petting dan sebanyak 5 orang (1,32%) pernah melakukan oral seks. Sebanyak 9 orang (2,37%) pernah melakukan vaginal seks namun 57,14% tidak pernah menggunakan kondom. Perilaku anal seks 1,58% sudah pernah melakukannya 66,67% tidak pernah menggunakan kondom. Berikut grafik perilaku seksual remaja bangli.

Usia Seks Pertama Kali

Rata-rata usia pertama kali melakukan hubungan seksual (oral, vaginal, atau anal seks) remaja bangli adalah pada umur 14,8 tahun dan usia termuda adalah 10 tahun. Alasan melakukan hubungan seksual utamanya adalah merasa ingin tahu (44,4%), keinginan bersama (22,22%), dan terjadi begitu saja (11,11%).

Info lainnya

Sebanyak 146 (26,79%) remaja bangli memiliki teman yang mengalami KTD. Dari 146 teman yang KTD diketahui 15 (10,27%) orang pernah aborsi. Perilaku remaja bangli yang dijadikan responden sebanyak 231 (43,67%) pernah melihat gambar atau menonton film yang berbau seksual (pornografi). Dari 231 remaja yang pernah menonton film porno 78 (33,77%) remaja mengaku membuat ketagihan untuk terus melakukannya dan 78 (33,77%) remaja mengatakan film porno mendorong remaja untuk ingin melakukan hubungan seksual.

Pin It

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.