Bunuh Diri pada Remaja : Ada apa?

download - Copy

“Saat kamu berfokus pada masalah maka masalah-masalahmu akan bertambah. Saat kamu berfokus pada peluang maka akan ada solusi pada masalah-masalahmu” Kutipan yang disampaikan Wulan, salah satu relawan KISARA sangat tepat bagi remaja yang sedang galau dengan masalah-masalah yang dihadapi. Masalah yang dihadapi oleh remaja kerap kali menimbulkan rasa putus asa yang dapat berakhir pada bunuh diri.

Berbicara tentang bunuh diri mengingatkan kita pada peningkatan kasus bunuh diri yang terjadi pada remaja akhir-akhir ini. Penyebab bunuh diri tersebut sangat beragam mulai dari masalah sepele, seperti diputusin pacar, bertengkar dengan pacar, hingga masalah yang kompleks, seperti kehamilan yang tidak direncanakan yang berujung pada bunuh diri.

Salah satu kejadian bunuh diri yang baru saja terjadi pada seorang remaja bernama Wayan YI, 14 tahun asal Kuta, Badung yang meninggal di kamar kosnya. Temannya mendapati Wayan sudah dalam keadaan tergantung di kusen pintu kamar bagian belakang. Beberapa hari sebelum kejadian, Wayan mengatakan pada temannya bahwa ia sedang bertengkar dengan pacarnya. Pertengkaran itu karena Wayan hamil sedangkan pacarnya tidak mau bertanggung jawab (dikutip dari Instagram Denpasarnow).

Seperti kasus yang dialami oleh Wayan, bunuh diri biasanya disebabkan oleh stress yang tidak mampu ditanggulangi. Stress yang dialami menyebabkan otak tidak mampu berpikir jernih. Hal tersebut mengakibatkan otak tidak dapat mencari solusi untuk masalah yang dihadapi. Pada akhirnya, memilih bunuh diri sebagai penyelesaian masalah.

Remaja sangat rentan untuk melakukan aksi bunuh diri, karena berada pada masa dimana gejolak emosi sulit untuk dikontrol, namun tekanan sosial terus berdatangan. Jadi, saat kamu punya masalah yang sulit untuk diatasi sendiri, jangan sungkan untuk meminta pendampingan dari orang lain. Ingat, kamu tidak sendirian.

Mencegah kejadian bunuh diri pada remaja yaitu dapat bercerita dengan teman, sahabat, dan keluarga terkait masalah yang dialaminya. Selain itu banyak orang disekitarnya harus peduli dengan menanyakan masalahnya jika dia tidak mau membuka diri. Orang-orang disekitarnya dapat memberikan solusi agar pikirannya kembali jernih. KISARA pun bisa menjadi rekan untuk konsultasi terhadap masalah yang dihadapi, konseling KISARA disediakan khusus untuk mereka yang memiliki masalah yang ingin bercerita.

Bunuh diri merupakan hal yang harus dihindari karena masalah harus dihadapi dengan pikiran yang jernih. Oleh sebab itu berbagi cerita kepada orang-orang lain diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Pin It

Leave a Reply