Anak Bali Beraksi di Aksi 2015

Tepuk Hak Anak…plok plok plok…

Hak Hidup…plok plok plok…

Tumbuh Kembang… plok plok plok…

Perlindungan…plok plok plok…

Partisipasi…

IMG_20150119_163339Tepuk pembangkit semangat partisipasi yang tercipta dalam sebuah pertemuan perwakilan anak di awal tahun 2015. Kegiatan bernama aksi 2015 ini bertujuan untuk pembangunan kerangka kerja baru kemanusiaan di masa mendatang. Untuk mendukung program aksi (action 2015) tersebut, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Pusat mengirimkan satu orang anak sebagai perwakilan dalam kegiatan audiensi dengan pemerintah pusat. Satu dari 15 orang anak yang beruntung sebagai perwakilan tersebut adalah Dewa Gede Pradnyanata.

10885221_10203502201696019_1150904207611114673_nAnak yang akrab disapa Ode ini merupakan perwakilan dari PKBI Bali. Ode sebagai relawan Kita Sayang Remaja yang ditunjuk sebagai perwakilan dari Bali berangkat pada tanggal 13 Januari pukul 12.00 WITA didampingi oleh Koordinator KISARA, Ari Dewiyanti.

“Sebuah pengalaman berharga bagi saya dapat mewakili KISARA dalam aksi 2015 ini. Sangat menyenangkan dapat berkumpul dan membahas issue – issue yang telah dibuat berdasarkan masalah mengenai hak-hak anak di daerah masing – masing,” ceritanya.

Pengalaman yang tidak kalah menyenangkan adalah kegiatan presentasi di depan menteri pendidikan RI, Bapak Anies Baswedan. Kedatangan perwakilan anak di kantor kemendiknas disambut baik oleh para staff di sana. Ode dan seorang perwakilan bernama Adel, membahas issue-issue seputar pendidikan dari beberapa daerah di IMG_20150114_221729Indonesia yang telah dibuat pada pagi harinya. Setelah menyelesaikan kunjungan di kemendiknas, kegiatan dilanjutkan dengan pergi makan malam di sebuah mall dan melakukan evaluasi kegiatan.

Pada saat evaluasi peserta dibagi menjadi 2 kelompok yang keesokan harinya akan menyebar kearah yang berbeda. Ode yang mendapat tim 1 mendapatkan tugas pergi ke kantor Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Masing-masing anak diberi PR untuk membuat issue mengenai tempat yang akan mereka kunjungi keesokan harinya.

Hari ketiga, 15 Januari 2015, merupakan hari terpadat bagi seluruh peserta. Kegiatan diawali dengan kunjungan kedua tempat yang berbeda. Pada pukul 08.00 waktu setempat kami berangkat menuju kantor Kementerian Kesehatan. Dua perwakilan remaja bernama Intan dan Fifi, berkesempatan untuk presentasi di Kementerian Kesehatan. Setelah sekitar 2 jam berada di kantor kementerian kesehatan, seluruh peserta berangkat menuju rumah dinas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Di rumah dinas menteri, untuk mengisi waktu menunggu ibu menteri Yohana menyelesaikan rapatnya peserta menambah keakraban dengan makan bersama. Masih tersedianya cukup waktu menunggu ibu Yuhana merupakan kesempatan bagi seluruh peserta untuk melengkapi paper terkait akta kelahiran yang masih belum dimiliki banyak anak di beberapa daerah Indonesia. Paper tersebut dipresentasikan oleh Ode.

“Sungguh pengalaman yang sangat berharga bagi saya dalam 3 hari ini. Saya memiliki banyak teman baru dan dapat kesempatan sebagai perwakilan anak-anak di Indonesia untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat. Harapan saya agar usaha kami tidak sia-sia. Semoga pemerintah segera menangani issue-issue terkait hak anak yang dibatasi di beberapa daerah sehingga semua anak dapat memperoleh hak mereka,” tuturnya.

8989_10203510274697839_8328209834278720107_n

penulis: Ode/KISARA

editor: Zeny/KISARA

foto kegiatan: Ayik /KISARA

Pin It

Leave a Reply