Berkenalan dengan PrEP dan PEP

Putu Noni Shintyadita

Relawan KISARA PKBI Bali

prep-pep

Kasus HIV & AIDS saat ini masih sangat eksis keberadaannya di masyarakat seluruh dunia. Banyak sekali aktivis, tim medis, penyedia pelayanan kesehatan bahkan tim peneliti medis yang sudah berupaya keras dalam menurunkan tingkat penderita HIV & AIDS baik melalui penanganan maupun pengobatannya.

 Di Indonesia belum banyak di bahas tentang PEP dan PeRP sebagai metode untuk pencegahan ataupun penanganan HIV. Nah memangnya apa sih PrEP dan PEP itu ? yuk kita bahas satu per satu.

 

PrEP
PrEP adalah singkatan dari Pre-Exposure Prophylaxis. Profilaksis artinya “mencegah penyebaran penyakit”. Menekan penularan HIV dan PrEP adalah salah satu metode baru yang digunakan. Seorang dengan HIV negatif akan meminum sebutir tablet (mengandung dua jenis obat antiretroviral) setiap hari untuk mencegah tertular HIV. Hal ini, digabungkan dengan metode pencegahan lainnya seperti misalnya pemakaian kondom, dapat menjadi perlindungan yang sangat baik.

Jadi siapa saja yang mengonsumsi PrEP ?

Pada tahap ini, obat ini tidak direkomendasikan untuk sembarang orang, melainkan hanya untuk orang-orang yang terus-menerus berisiko tinggi terserang HIV, misalnya: pasangan penderita HIV positif, pekerja seksual para pelaku hubungan intim sejenis. Metode ini dapat juga digunakan ketika pasangan yang salah satunya menderita HIV ingin mempunyai keturunan. Penting untuk dicatat bahwa ini bukanlah vaksin untuk HIV, melainkan hanyalah strategi pencegahan namun PrEP saat ini belum tersedia di Indonesia dan Bali.

PEP

PEP adalah singkatan dari Post-Exposure Prophylaxis. Setelah seseorang terpapar pada HIV, PEP dapat diberikan untuk mengurangi risiko menularkan penyakitnya. Biasanya jenis pengobatan ini untuk situasi: setelah terjadinya pemerkosaan, dan bagi pekerja medis jika terluka ketika bekerja (misalnya tertusuk jarum suntik). Agar efektif, obat ini harus dikonsumsi dalam kurun waktu 72 jam sejak pemaparan dan mengandung 2 sampai 3 antiretroviral yang harus dikonsumsi selama satu bulan. PEP tidak 100% efektif  walaupun dikonsumsi dengan disiplin, dan obat ini dapat membuat Anda merasa tidak nyaman selama periode pengobatan.

Siapa yang mengonsumsi PEP ? Seseorang yang terekspos HIV dalam suatu kejadian tunggal dan tidak lazim. Obat ini tidak boleh digunakan sebagai pengganti kondom dan metode pencegahan HIV lainnya.

Seberapa efektifkah PEP ?  PEP paling efektif jika mulai dikonsumsi dalam kurun waktu 72 jam setelah paparan. Anda akan dites HIV terlebih dahulu sebelum memulai pengobatan (sebab obat ini hanya diberikan pada orang yang HIV negatif. Pengobatan diulang pada minggu keenam, lalu bulan ketiga dan bulan keenam.

Ada dua jenis PEP : Occupational PEP (oPEP) yaitu seseorang yg bekerja di pelayanan kesehatan potensial terpapar bahan yang terinfeksi HIV. Kedua ada Non-occupational PEP yaitu seseorang potensial terpapar HIV diluar area kerja (misalnya : kondom yg rusak, aniaya seksual).

Sebelum memulai PEP tentu harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang sudah terlatih dan mengerti tentang PEP. Kamu akan terlebih dahulu akan di tes status HIV kamu , PEP hanya bisa digunakan apabila status HIV kamu Non reactive atau Negatif. Apabila status HIV kamu positif segera melakukan pengobatan HIV.

Jika kamu ingin melindungi diri dari bahaya HIV lakukan cara berikut ini :

KONDOM

  • Kondom merupakan cara yang paling efektif , mudah , gampang sekali untuk melindungi kamu dari tertular HIV atau penyakit menular seksual lainnya saat kamu berhubungan sex. Kami menyarankan untuk mengunakan kondom dengan banyak pelicin yang berbahan dasar air untuk menhindari penularan HIV, khususnya pada kasus dimana saat berhubungan seksual kamu tidak yakin dengan status HIV pasanganmu. Jika kamu tidak menggunakan kondom saat berhubungan sex dan kamu belum mengetahui status HIV kamu , kami menyarankan untuk memeriksakan status HIV kamu.

SELEKSI PASANGANMU

  • Hasil Survey Nasional, 1 dari 5 orang laki laki yang berhubungan seks dengan laki laki lainnya positif HIV tanpa diketahui. seseorang tidak bisa diketahui melalui fisik atau tampilan luarnya atau dari perilaku seksualnya apakah seseorang positif HIV atau tidak. Ada banyak alasan seseorang untuk tidak berkata jujur tentang status HIV nya kepada orang lain dan kebanyakan orang tidak tahu status HIV nya karena tidak pernah tes HIV sama sekali atau mereka percaya bahwa dirinya HIV negatif.
  • Bisakah Melakukan Bareback (Berhubungan Seks Tanpa Kondom) dengan Orang HIV Positif  ?  HIV positif yang sudah mendapatkan ARV dan meminum obatnya secara teratur mempunyai resiko yang sangat kecil untuk menularkan HIV kepada orang lain. ini disebabkan karena ARV obat tersebut mengurangi jumlah virus dalam darah secara signifikan malah sampai tahap tidak terdeteksi oleh alat. Jadi kemungkinan resiko untuk menularkan HIV tapi pada kasus virus tidak terdeteksi resikonya kecil sekali.

HIV POSITIF?

  • Jika kamu HIV positif dan sudah mendapatkan obat ARV yang paling baik dan bijaksana dilakukan adalah tetap disiplin minum obat kamu setiap hari, kedengaran seperti merendahkan kamu tapi banyak orang yang dengan ARV lupa minum obatnya atau putus berhenti ditengah jalan tidak minum ARV sma sekali, ini artinya jumlah virus dalam darah kamu akan naik secara drastis snagat tinggi. cara terbaik untuk membuat kamu tidak terdeteksi adalah minum obat secara teratur dan disiplin.

PEP

  • Jika kamu berhubungan sex tanpa menggunakan kondom dengan seseorang yang kamu duga orang tersebut HIV positif atau kamu tidak yakin dengan status HIV pasanganmu, maka kamu bisa mengakses PEP bila tersedia ditempat kamu. obat ini diminum selama sebulan dan tidak boleh lupa atau bolong, obat ini akan efektif bila diminum sebelum 72 jam setelah berhubungan sex beresiko dan minum obatnya selama sebulan.

PrEP

  • Pre Exposure Profilaksis, merupakan cara terbaru untuk terhindar dari virus HIV, bila tersedia. PrEP digunakan oleh orang dengan HIV negatif yang secara rutin minum obat PrEP setiap hari . Ini bisa melindungi kamu jika kamu terpapar virus HIV.

Tes VCT dan IMS

  • Jika kamu terinfeksi Infeksi Menular Seksual (IMS) akan memudahkan kamu tertular HIV. semua laki laki yang aktif secara seksual harus memeriksakan dirinya dari penyakit menular seksual dan HIV minimal satu tahun sekali, Jika kamu sering berhubungan seks dan sering tidak menggunakan kondom maka kamu disarankan untuk tes HIV lebih sering lahi minimal tiap 3 bulan sekali. Butuh rata rata 10 hari untuk penyakit menular seksual memberikan tanda positif pada tes jika terinfeksi dan 4 minggu untuk HIV jika di tes.

 

Pin It

Leave a Reply