Kunjungan FISIP Univ. BRAWIJAYA

Pada tanggal 23 november 2011, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik jurusan sosiologi berkunjung ke KISARA untuk berdiskusi tentang permasalahan remaja terkait perilaku seksual yang berisiko yang dapat meyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan, IMS, HIV dan AIDS. Kunjungan tersebut bertemakan wisata sosiologi seberang pulau oleh himpunan mahasiswa sosiologi. Teman-teman dari fisisp brawijaya hadir pukul 9.00 WITA dan segera disambut oleh teman-teman relawan KISARA, yang menyempatkan hadir pada hari itu walaupun pada hari itu juga bertepatan dengan hari raya pagerwesi. Acara diskusi dimulai dengan sambutan dari pihak fisip brawijaya yang menerangkan kembali maksud dan tujuan kunjungan ke KISARA. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi perkenalan dari pihak kisara maupun pihak fisip brawijaya. Yang menarik dari sesi perkenalan ini adalah, teman-teman dari fisip brawijaya terasa masih risih untuk membicarakan orientasi seksual mereka di depan umum. Mungkin karena ketidaktahuan ataupun masih belum terbiasa membahas masalah seksualitas pribadi di depan orang lain. Namun setelah itu pihak kisara segera menjelaskan mengenai filosofi orientasi seksual agar kedepannya teman-teman dari fisip brawijaya mengerti dan tahu apa orientasi seksual masing-masing dan mulai berhenti diskriminasi dan stigma terhadap salah satu jenis orientasi seksual yang berdeda dengan orientasi seksualnya. kemudian diskusi dilanjutkan dengan penjelasan dari pihak KISARA yang diwakili oleh Pjs Koor kisara yaitu Mahendra yang sekalian melakukan sambutan untuk mewakili direktur eksekutif PKBI dan dan koor kisara sendiri. Selain itu mahendra juga menjelaskan tentang program-program kisara yang dilanjutlan dengan sesi diskusi. Sesi diskusi lebih banyak mengarah ke pengalaman dan strategi dari kisara untuk mengayomi para remaja yang bawasannya masih sangat susah untuk diatur yang menyangkut kenakalan remaja seperti hubungan seksual yang berisiko terkait penyebaran HIV di kalangan remaja. Selain itu diskusi juga mengarah pada bagaimana menyebarkan informasi terkait HIV ke masayarakat bali kususnya yang beragama hindu, karena sebagaian besar kontruksi sosial di bali dipengaruhi oleh budaya hindu bali. Dan untuk mengatasi hal tersebut dari pihak kisara menjelaskan bahwa hal tersebut memang sulit, namun tidak perlu takut untuk mencobanya. Isu mengenai HIV dan AIDS sudah merebak ke seleuruh masyarakat bali termasuk toma dan toga dimasing-masing banjar. Kisara lebih menyasar STT untuk diberikan intervensi informasi mengenai kespro termasuk HIV dan AIDS, yang diharapkan dapat menjadi opinion leader dan dapat menyebarkan informasi ke teman-teman sebayanya serta nantinya ke masyarakat banjar lainnya.


Diskusi ditutup sekitar pukul 10.30 wita yang dilanjutkan dengan sesi penyerahan  kenang-kenangan dan foto bersama. Hari itu merupakan hari yang berharga bagi teman-teman relawan kisara, karena mendapat kunjungan teman baru dari Fisip brawijaya. Kasara berharap komunikasi diantara dua belah pihak akan tetap terjaga dan dapat bekerja sama di masa nanti dengan tujuan untuk menyebarluaskan informasi kesehatan reproduksi dan seksual ke pada remaja khususnya. (Red: Mae)

Pin It

Leave a Reply