Cerita KISARA di PERNAS AIDS V

Aga kareba?  Mari kita simak cerita para relawan KISARA yang mengikuti acara Pernas AIDS V di Makassar. Acara pertemuan nasional AIDS tahun ini diselenggarakan selama 5 hari di Makassar, Sulawesi Selatan. Rangkaian acara pra pernas diselenggarakan pada tanggal 25 – 26 Oktober 2015 sedangkan rangkaian acara pernas diselenggarakan pada tanggal 27 – 29 Oktober 2015.

Nah, ada 2 orang relawan KISARA yang akan berbagi cerita mengenai kegiatan ini, yaitu Luh Putu Ari Dewiyanti dan Luh Pitriyanti. Para relawan KISARA ini mengirimkan abstraknya mengenai kegiatan KISARA dalam memberikan informasi dan layanan kesehatan reproduksi bagi remaja dan mendapatkan beasiswa komunitas untuk mengikuti kegiatan ini.

photo_2015-11-03_19-50-29Luh Putu Ari Dewiyanti menyajikan presentasi oral yang berjudul “Pokja CSE : upaya dukungan implementasi CSE di sekolah guna  mensinkronkan program HIV dan Kespro di sekolah Kota Denpasar”. Dalam presentasinya Ari menjabarkan bagaimana KISARA berperan sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai program pemerintah (KSPAN, PIK-R dan PKPR) untuk remaja sekolah agar tujuan dari berbagai program tersebut dapat tercapai secara optimal. Dalam penyampaian presentasinya, Ari banyak mendapat pujian atas pelaksanaan kegiatan remaja yang diselenggarakan oleh KISARA. Sedangkan Luh Pitriyanti menyajikan presentasi berupa poster yang berjudul “Pelatihan bidan untuk mewujudkan layanan ramah remaja”. Kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 20 bidan pemegang program remaja dan bidan praktik swasta di Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh KISARA untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan reproduksi bagi remaja.

photo_2015-11-03_19-50-14Selain penyajian presentasi, berita mengenai KISARA juga masuk dalam Koran Pernas AIDS V yang membahas penolakan KISARA tentang RUU KUHP mengenai pembatasan informasi dan layanan kontrasepsi khususnya bagi remaja. Berita ini membahas mengenai pertemuan yang digagas KISARA dengan berbagai stakeholder di Provinsi Bali yang bertujuan untuk membuat suatu petisi penolakan peraturan tersebut.

Cerita yang paling seru adalah pengalaman Ari dan Pitri bertemu dengan banyak remaja dari seluruh Indonesia dan bertukar pikiran dalam upaya penanggulan HIV&AIDS di daerah masing-masing. Selain itu pelajaran berharga dari berbagai narasumber berkompeten dalam sesi pleno dan forum juga mewarnai pengalaman selama mengikuti Pernas AIDS V. Pembelajaran ini akan dipakai sebagai bekal dalam melaksanakan berbagai kegiatan dalam upaya penanggulangan HIV&AIDS di Bali khususnya bagi remaja Bali.

Pin It

Leave a Reply